Selasa, 18 September 2012

ROTI


Sejarah roti yang panjang konon berawal dari Mesir dan Mesopotamia. Saat orang-orang di sana menemukan cara lain untuk menikmati gandum. Gandum yang awalnya dikonsumsi langsung ternyata bisa diolah bersama air sehingga membentuk pasta. Pasta yang dimasak diatas api kemudian mengeras dan dapat disimpan beberapa hari.


Di Mesir, sekitar 1000 SM, orang-orang mulai berpikir untuk mengisolasi ragi dan menambahkannya langsung ke roti mereka. mereka juga mengambangkan gandum jenis baru untuk membuat roti lebih putih dan halus. Ini adalah roti modern pertama yang dibuat manusia. Sampai tiga puluh jenis roti mungkin telah populer di Mesir kuno.


Pada periode waktu tersebut pula, bir roti dikembangkan. Roti direndam dalam air dan cairan manis dan berbusa kabur. Bir diketahui sangat populer di Mesir kuno seperti di Amerika saat ini.


Orang Yunani mengambil teknologi untuk membuat roti dari Mesir, dari Yunani praktek pembuatan roti tersebar di seluruh Eropa. Selain itu, roti dan gandum memiliki peran sangat penting di Roma, bahkan lebih penting daripada daging.


Sampai-sampai tentara merasa tersinggung jika mereka tidak diberi jatah roti/gandum mereka. Kesejahteraan Romawi didasarkan pada distribusi biji-bijian untuk orang yang hidup di Roma. Kemudian pemerintah bahkan memproduksi roti.


Melalui banyak sejarah, status sosial seseorang bisa dilihat dengan warna roti yang mereka konsumsi. Semakin gelap roti, semakin rendah status sosial mereka. Ini karena tepung putih lebih mahal dan lebih sulit bagi pabrik untuk memalsukan dengan produk lain. 
Sebaliknya sekarang, roti gelap menjadi lebih mahal karena dinilai lebih enak dan bergizi.


Pada abad pertengahan secara umum roti dipanggang dalam oven. Roti termasuk salah satu dari beberapa makanan yang membantu masyarakat miskin melalui zaman kegelapan.


Roti menjadi penting dalam sejarah ketika dikenal sebagai roti kerusuhan selama Revolusi Perancis. Kutipan terkenal Marie Antoinette, "jika orang miskin tidak bisa mendapatkan roti untuk dimakan, maka biarkan mereka makan kue," menjadi ilustrasi terkenal tentang bagaimana roti menjadi lambang penderitaan kelas bawah.


Kutipan tersebut sebenarnya bukan berasal dari Marie Antoinette, menurut beberapa sumber, saat itu ia difitnah oleh para penentangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar